| 2 komentar ]

Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman (Gema Insan)Menkominfo Tifatul S. kemarin pagi (25/10/10) telah membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional Kementerian (Rakornas) Kominfo 2010, yang bertema "Gerakan Nasional Internet Sehat & Aman (Gema Insan)".

Sambutan pembukaan tersebut juga dirangkai dengan sejumlah sambutan penting lainnya (key note speech) yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar dengan topik "Peran Pendampingan Keluarga Dalam Pemanfaatan Internet Sehat dan Aman", Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat (mewakili Menteri Agama) dengan topik "Pentingnya Nilai-Nilai Agama Dalam Mendukung Internet Sehat dan Aman", Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kerjasama Hubungan Internasional Herwindo (mewakili Menteri Pendidikan Nasional) dengan topik "Peran Pendidikan Nasional Dalam Mengembangkan Budaya Internet Sehat dan Aman", dan Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dengan topik "Peran Internet Sehat dan Aman Dalam Membentuk Akhlak Generasi Muda Bangsa".

Dalam sambutannya dengan topik "Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman Dalam Membangun Karakter dan Budaya Bangsa", Menteri Kominfo mengatakan, bahwa pembangunan bangsa melalui penyediaan akses informasi, dan pendayagunaan teknologi informasi bagi seluruh masyarakat yang juga berfungsi sebagai pembentuk karakter bangsa perlu diimbangi dengan upaya penyediaan kuantitas konten yang berkualitas, peningkatan etika berinternet yang sehat dan aman dalam meminimalisir dampak negatif. Lebih lanjut Menteri Kominfo mengatakan, bahwa berdasarkan statistik, saat ini pengguna internet telah mencapai 1,9 miliar pengguna yang merupakan 28% dari penduduk dunia.

Menurutnya, di Indonesia sendiri, pengguna internet baik sambungan tetap maupun mobile mencapai 45 juta orang, dan 64% diantaranya berusia antara 15-19 tahun, dimana beberapa orang menyebut generasi ini adalah NETIZEN, generasi yang lahir setelah tahun 90-an. Mereka ini, menurut Menteri Kominfo, adalah generasi yang ketika lahir sudah mengenal keyboard dan monitor atau generasi yang sudah akrab dengan pemanfaatan TIK, termasuk internet. "Dengan semakin meluasnya pemanfaatan TIK di berbagai sektor kehidupan masyarakat telah menyebabkan terbukanya peluang bagi penyalahgunaan TIK yang lebih dikenal dengan istilah kejahatan dunia maya atau cybercrime," kata Menteri Kominfo Tifatul Sembiring.

Rakornas Kominfo 2010 tersebut berlangsung pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2010 dan dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang terdiri dari unsur-unsur pejabat Kementerian Kominfo (baik pusat maupun daerah/unit pelaksana teknis), Pemda (Dinas/Badan Infokom Provinsi, Kabupaten dan Kota), para pimpinan penyelenggara pos, telekomunikasi, penyiaran dan ICT serta asosiasi yang terkait, kalangan perguruan tinggi, pemerhati dan sejumlah pakar ICT. Seusai sejumlah sambutan pokok disampaikan, acara telah berlanjut dengan suatu penanda-tanganan nota kesepahaman tentang Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman oleh Menteri Kominfo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekjen Kementerian Agama dan Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kerjasama Internasional. Komitmen Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman tersebut kemudian dideklarasikan bersama oleh Menteri Kominfo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sekjen Kementerian Agama dan Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kerjasama Internasional serta perwakilan dari KOWANI, Tim Penggerak PKK, KPAI, Ketua PP Muslimat NU, Yayasan Kita dan Buah Hati, MUI, PGI, WALUBI, DGI, Parisada Hindu Dharma, KNPI, Kwarnas, AWARI, APJII, PGRI, BEM dan OSIS.

Maksud Rakornas ini adalah untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat dan aman ke berbagai kalangan sehingga internet dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan komprehensif, langkah-langkah strategis, dan rencana aksi yang kongkrit untuk mempercepat pelaksanaan Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman. Adapun sasarannya adalah terciptanya rumusan kebijakan yang komprehensif dan penetapan langkah-langkah strategis untuk gerakan nasional internet sehat dan aman. Selain itu juga dengan sasaran bagi terlaksananya koordinasi yang interaktif dan berkelanjutan antara Kementerian Kominfo dan para pemangku kepentingan (stakeholders), instansi pemerintah pusat, serta pemerintah Daerah (melalui Dinas/Badan Infokom Provinsi, Kabupaten dan Kota) dalam implementasi gerakan nasional internet sehat dan aman.

Melalui Rakornas ini, Kementerian Kominfo dan berbagai instansi pemerintah lainnya yang terkait bersama komunitas TIK yang peduli terhadap dampak negatif penggunaan internet merancang program yang diberi nama Gerakan Nasional Internet Sehat dan Aman yang bersifat sosialisasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai arti pentingnya penggunaan internet secara sehat dan aman.

Program Sosialisasi Internet Sehat dan Aman ini menjadi salah satu agenda yang penting mengingat pertumbuhan internet di Indonesia yang sangat pesat dan telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar penduduk Indonesia.

Maraknya kejahatan di dunia maya seperti penyebaran virus (termasuk adware, spyware, malware), berita bohong (hoax), kekerasan online, penipuan, pencurian data, penculikan maupun penyebaran foto/video pribadi merupakan bukti nyata bahwa pengguna internet harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya dan antisipasinya agar tidak menjadi korban kejahatan di dunia maya.

Sumber: http://kask.us/5711432

| 0 komentar ]

Klout, Pengukur Pengaruh Anda di FacebookCALIFORNIA - Jika pengguna Twitter bisa melihat seberapa besar pengaruh tweet-nya, demikian juga dengan pengukuran pengaruh pengguna Facebook. Layanan pengukuran ini bernama Klout.

Layanan analisa media sosial Klout, yang dikenal dengan nilai pengukuran pengaruh di Twitter telah meluncurkan sebuah versi dari platform nya yang bisa mengukur pengaruh pengguna di Facebook.

Klout sebelumnya menggunakan data yang bervariasi dari Twitter untuk mengetahui 'Nilai Klout' atau representasi dari pengaruh di Twitter. Platform analisa Twitter dan Facebook ini menganalisa metriks akun seperti retweets, jumlah follower, daftar anggota dan lain-lain untuk mengalkulasi segalanya, dari siapa yang mempengaruhi pengguna. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable, Kamis (14/10/2010).

Klout kini mencoba untuk melakukan hal yang sama pada Facebook. Begitu pengguna sudah terkoneksi dengan akun Twitter, Klout akan menarik data seperti Likes, komentar-komentar dan pertemanan jaringan dari pengguna untuk mengukur pengaruhnya di Facebook.. Dibutuhkan waktu selama 72 jam untuk data agar diproses dan nilai Klout anda akan di-update.

Dari pada merepresentasikan Facebook dan Twitter dengan nilai yang berbeda, Klout memutuskan untuk mengintegrasi mereka ke dalam satu Klout Score. Jika pengguna khawatir menyambungkan akun Facebook dengan Klout akan menurunkan nilai mereka, maka Klout berkata bahwa hal itu tidak akan terjadi.

Awal tahun ini, Klout menghasilkan USD1,5 juta di pendanaan Series A dari Mayfield Fund, Lucid Ventures, ff Asset Management, Paige Craig dan lain-lain.
(srn)

| 0 komentar ]

Jangan Pajang Nama Ibu di FacebookFacebook telah mengubah cara komunikasi orang di era modern, mengekspresikan diri dengan postingan status atau foto. Tapi, dewasa ini Facebook juga menjadi target utama para penjahat dunia maya dan dunia nyata.

Tapi, dewasa ini Facebook juga menjadi target utama para penjahat dunia maya dan dunia nyata. Banyak sindikat pencuri rumah kosong yang memanfaatkan Facebook untuk memantau sasarannya. Bila seseorang menuliskan status sedang tidak berada di rumah maka para pencuri akan segera meluncur ke rumah si pemilik akun tersebut.

Bahaya Facebook lainnya, justru terjadi di dunia maya. Pasalnya banyak pencuri identitas yang dapat membobol kartu kredit atau rekening bank seorang pengguna Facebook.

Terkait hal itu, Credit.com, seperti dilansir New York Times, Kamis (14/10/2010), mengungkapkan beberapa hal yang tak boleh ditampilkan di Facebook.

Salah satu hal yang tak bisa ditampilkan di Facebook adalah nama ibu kandung. Sebab nama ibu kandung sangat diperlukan dalam melakukan transaksi kartu kredit tertentu. Penjahat cyber bisa membobol kartu kredit orang lain bila mengetahui nama ibu kandung korban pembobolan. Selain itu, situs-situs tertentu juga kerap menanyakan nama gadis Ibu pengguna untuk verifikasi keamanan.

Data-data sensitif lainnya adalah tanggal lahir anak. Dengan tak menampilkan identitas anak, pengguna dapat membantu menyimpan informasi sensitif anak Anda dari pencuri identitas potensial. (ugo)

| 0 komentar ]

Kerjasama Facebook-Bing, Tak Bakal Pengaruhi GoogleMeski banyak analis yang memperkirakan kerjasama antara Facebook dan Microsoft potensial memperkuat Bing, sepertinya ini takkan berpengaruh besar bagi Google karena dominasinya di pangsa pasar pencarian.

Firma riset comScore mencatat, Google terus mengalami pertumbuhan. Data terbaru memperlihatkan, pada Agustus 2010, Google menempati porsi sebesar 65,4 persen dalam pangsa pasar pencarian di Amerika Serikat (AS). Persentase ini kemudian naik menjadi 66,1 persen pada bulan berikutnya.

Dilansir SFGate dan dikutip Klikdana melalui detikINET, Kamis (14/10/2010), Google tampaknya berhasil meningkatkan jumlah sahamnya dengan menyingkirkan Yahoo. Sementara saham Google naik 0,7 persen, Yahoo terpuruk dengan penurunan saham 0,7 persen dari 17,4 persen menjadi 16,7 persen.

Bagaimana dengan Bing? Mesin pencarian besutan Microsoft ini berada di urutan ketiga dengan persentase sebesar 11,2 persen, naik dari Agustus 11,1 persen.

Pada awal September, Google merilis Instant Search. ComScore menilai, fitur ini sangat efektif kian meningkatkan pangsa pasar Google. "Fitur ini potensial menghasilkan halaman hasil pencarian dalam jumlah besar, yang sangat menarik bagi para pengguna," tulis ComScore dalam laporannya.

Instant Search adalah fitur pencarian baru pada Google yang diklaim super cepat dan memungkinkan pengguna melihat hasil pencarian bahkan sebelum selesai mengetikkan kata kunci.(rns/wsh)

| 1 komentar ]

Hapus Foto di Facebook Belum Tentu 'Hilang'Seringkali pengguna Facebook mengira bahwa foto-foto yang diunggah ke halamannya sudah aman. Padahal tak sepenuhnya foto-foto tersebut 'aman' dari pantauan orang lain, meski Facebook berupaya untuk membenahi pengaturan privasi.

Belum lagi, bila pengguna mencoba untuk menghapus Foto tersebut. Kadang mereka hanya men-delete saja dan kemudian merasa foto hilang dari pandangan. Ternyata, foto-foto tersebut tak 100 persen hilang, dan ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa foto yang telah dihapus tersebut ternyata masih bisa diakses.

Ars Technica, melansir masalah ini pernah coba ditanyakan kepada Facebook ketika foto-foto tersebut 'nyangkut' di server Facebook. Ars Technica mengaku masih bisa mengakses sebuah foto yang telah dihapus pada 21 Mei 2009. Hampir sekira 16 bulan foto tersebut masih bisa diakses.

Facebook menyatakan foto-foto yang telah dihapus oleh pengguna sebenarnya tak bisa diakses lagi. Bahkan situs jejaring sosial yang dikembangkan sejak 2004 itu menjamin 100 persen tak ada seorang pun yang bisa mengakses foto-foto itu.

"Sekalipun Facebook dipaksa untuk membuka foto tersebut," jawab Facebook pada situs Ars Technica.

Namun demikian, tak tertutup kemungkinan foto-foto tersebut bisa diakses kembali oleh orang lain. Pasalnya Facebook tak sendirian mengelola data-data pengguna. Situs milik Mark Zuckerberg tersebut juga menjalin kerjasama dengan perusahaan Content Delivery Network (CDN). Kemungkinan foto-foto tersebut 'bocor' lewat jalur partner CDN Facebook.

Juru bicara Facebook, Simon Axten mengungkapkan, untuk tujuan praktis, foto tidak ada lagi, dan kita tidak akan bisa menemukannya.

"Hal ini mirip dengan apa yang terjadi bila Anda menghapus informasi dari hard drive komputer Anda," kata Axten.

"Ada kemungkinan bahwa seseorang yang sebelumnya memiliki akses ke foto dan menyimpan URL langsung dari pengelola konten jaringan mitra kami masih bisa mengakses foto," kata Axten.

"Namun, sekali lagi, orang harus tahu URL, dan foto hanya ada di cache CDN dalam waktu terbatas," kata Axten. (ugo)

| 3 komentar ]

7 Cara Menjaga dan Mengamankan PasswordPassword merupakan kode-kode rahasia yang harus dijaga keamanannya. Banyak hal negatif yang dapat terjadi ketika password Anda bocor ke tangan orang lain. Simak 7 kiat singkat untuk menjaga password berikut ini.

1. Tidak Menggunakan Default Password
Default password adalah password yang kita dapat pertama kali. Password standar ini sebaiknya memang harus cepat diganti lantaran sangat rentan. Pasalnya, default password dapat dicari dengan mudah di google search, bahkan di situ tercantum nama mesin, type dan default password terpampang dengan megah di beberapa situs vendor pembuatnya.

Terkadang administrator takut lupa dengan mengubah-ubah default password yang ada, sehingga seorang penyusup dapat mengambil alih sistem dengan default password.

2. Tidak Memakai Password Hint
Terkadang kita takut lupa dengan password yang sudah kita entry ke dalam sistem/account, sehingga kita perlu membuat sebuah pengingat bila kita lupa dengan password tersebut. Nah pengingat ini disebut password Hint, bila kita membuat pertanyaan dengan password hint ini maka dengan cepat kita dapat mengingat kembali password yang lupa tersebut.

Begitu juga dengan para hacker, mereka akan mencoba-coba dengan menebak password kita dengan berbagai pertanyaan di password hint, lama kelamaan password tersebut akan tertebak, bila pertanyaan yang tertera di password hint dapat dijawab oleh si penebak password.

3. Tidak Menuliskan Password
Pemilik password sering kali takut lupa dengan password yang telah dimasukkan, sehingga pemilik password akan menuliskan berbagai user id dan passwordnya ke dalam media lain seperti notebook, notepad, stickies (mac), password folder, buku, handphone dan lainnya.

Hal ini juga cukup rentan bocor. Mengapa rentan? Karena bila berbagai peralatan tersebut hilang, maka semua informasi tentang user id dan password tersebut cepat atau lambat akan diketahui oleh si pencuri peralatan/gadget yang hilang.

4. Menggunakan Password yang Kuat
Pemilik password seringkali menggunakan password yang pendek saja, kalau saja bisa lebih pendek dari 3 character maka user tersebut akan memberikan password yang pendek. Untung saja saat ini sistem memberikan panjang password minimal 6 karakter dan maksimal 254 karakter. Semakin panjang sebuah password maka akan semakin kuat keamanan password tersebut.

Password yang kuat dapat dibuat dengan kombinasi angka dan huruf bahkan berbagai karakter yang lain. Beberapa admin saat ini menggunakan password yang cukup panjang, ditambah dengan enkripsi seperti PGP key dan lainnya, sehingga cukup sulit untuk dapat menebak password tersebut.

5. Sering Mengubah Password
Pemilik password sebaiknya secara berkala mengubah password untuk autentikasi tersebut, semakin sering password berubah semakin baik, karena semakin sulit si penebak password menjebol account/system kita. Perubahan terhadap password tergantung si pemilik, bisa seminggu, sebulan, tiga bulan sekali dan lainnya. Asal si pemilik tidak lupa dengan password yang sudah diubah tadi.

6. Tidak Memakai Password Sama pada Beberapa Account
Pemilik password kadang sering lupa dan sering membuat account yang cukup banyak, sehingga mereka setiap membuat account baru menggunakan user id yang sama dan password yang sama, ini sangat rentan dan bahaya. Karena satu account tembus password ini, maka semua account akan dapat diambil oleh hacker tersebut.

7. Menggunakan Manajemen Password
Untuk membantu mengingatkan kembali berbagai password dan berbagai account, seringkali kita sangat kesulitan, tapi tidak perlu khawatir karena sudah banyak saat ini aplikasi untuk membantu menata password kita. Aplikasi ini dapat didownload secara gratis dari internet maupun berbayar, sehingga berapapun account kita dan berapapun password kita dapat dengan mudah untuk diingat dan dibuka kembali, tentu saja untuk membukanya dengan metode enkripsi juga. (IGN Mantra)